Madrasah Ibtidaiyah Jumog, sebagai lembaga pendidikan dasar di bawah naungan LP Ma'arif NU Trenggalek, memiliki tenaga pendidik yang profesional dan berkualitas tinggi. Guru-guru di MI Jumog tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk siswa yang religius, berakhlaqul karimah, berkemajuan, dan berprestasi.


1. Kompetensi Guru Sesuai Standar Profesional

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005, guru profesional harus menguasai setidaknya empat kompetensi utama:

  • Pedagogik: memahami karakter anak, metode pengajaran, evaluasi, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
  • Kepribadian: menunjukkan sikap yang stabil, dewasa, arif, wibawa, dan selalu menjadi teladan akhlak mulia.
  • Profesional: menguasai materi pelajaran, mengembangkan bahan ajar secara kreatif, dan terus belajar lewat PPG atau pelatihan.
  • Sosial: menjalin komunikasi efektif dengan siswa, orang tua, sejawat, dan masyarakat sekitar.

2. Guru MI Jumog: Lebih dari Sekadar Mengajar

Guru-guru MI Jumog memiliki kualifikasi dan aktivitas:

  • Banyak guru lulusan S1 Pendidikan Agama Islam atau PGMI, serta mengikuti sertifikasi PPG, menjamin standar profesional yang tinggi.
  • Routine melakukan KKG (Kelompok Kerja Guru) dan pelatihan soal administrasi, metode pembelajaran, serta pemanfaatan TIK untuk pendidikan berbasis digital.

3. Mendidik Individu Islami dan Berkarakter

Dalam prosesnya, guru di MI Jumog berperan sebagai:

  • Fasilitator pembelajaran holistik—mengintegrasi nilai-nilai agama ke dalam semua kegiatan dan materi ajar.
  • Pembina akhlak melalui program seperti Hafalan Al-Quran, doa pagi, dan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).
  • Mentor dalam pembinaan karakter dan spiritual siswa agar tumbuh menjadi individu yang taqwa, bertanggung jawab, dan peduli.

4. Kolaborasi Komunitas Madrasah

MI Jumog mendukung guru melalui:

  • Pendampingan kepala madrasah, supervisi rutin, dan evaluasi pengajaran.
  • Pelibatan orang tua melalui komunikasi berkala, sehingga tercipta sinergi pendidikan antara sekolah dan rumah.
  • Kolaborasi eksternal, termasuk mengikuti lomba dan program madrasah seperti lomba baca Qur'an dan karya ilmiah siswa.

5. Guru dan Era Digital

Mengikuti perkembangan, guru MI Jumog memakai teknologi:

  • Blended learning: materi digital, tugas via platform online, serta interaksi daring.
  • Pengolahan data nilai dan absensi digital: mempercepat proses administrasi dan evaluasi pembelajaran.
  • Aktif dalam pelatihan literasi digital, memanfaatkan gadget dan internet dalam mendukung kegiatan belajar siswa.

6. Dampak Nyata pada Peserta Didik

Dengan kualitas guru yang terjaga, siswa MI Jumog menunjukkan:

  • Peningkatan nilai akademik dan spiritual, terutama dalam mata pelajaran agama.
  • Munculnya prestasi siswa di ajang kompetisi tingkat kecamatan dan kabupaten.
  • Penguatan karakter dan perilaku positif, termasuk disiplin, empati, dan rasa ingin tahu.

Guru MI Jumog adalah pilar utama dalam misi mencetak generasi religius, berakhlak mulia, berkemajuan, dan berprestasi. Dengan kompetensi profesional, dukungan institusi, dan sinergi komunitas, MI Jumog siap terus menghasilkan insan yang unggul dan berdaya saing tinggi—siap menghadapi tantangan zaman.